Contohkalimat penutup presentasi bahasa jepang. Baik itu di dalam dunia kerja bisnis sekolah atau bahkan untuk mengikuti sebuah perlombaanPresentasi menggunakan bahasa Inggris biasanya sering digunakan sebagai sebuah ujian praktik bahasa Inggris di sekolah menengah. Sambut Audience dan Perkenalan. Contoh Pembukaan Presentasi dalam Bahasa Inggris. Tidakcuman Kata Penutup Presentasi yang anda butuhkan, kami pun menyiapkan bermacam artikel lainnya dibawah ini yang barangkali terkait dengan kabar yang anda cari. Jadi, bagaimana Anda tahu jika Anda telah melakukan pekerjaan dengan. Menutup presentasi dengan kalimat yang kelewat panjang. Bacadan kuasai sebanyak mungkin data, fakta, literatur tentang topik yang diperdebatkan. Cara presentasi yang baik dan benar di depan audience umum. Cara Menutup Presentasi Dalam Bahasa Jepang Arli Blog Borobudur temple good morning, friends. Cara presentasi bahasa inggris dengan baik dan benar. Berikut segala hal yang perlu kamu tahu tentang presentasi yang benar. Pembukaandalam Presentasi. Pembukaan adalah bagian terpenting dari presentasi yang kita lakukan. Bagian ini merupakan kesan pertama yang kita buat kepada audiens. Oleh sebab itu, bagian ini merupakan kesempatan pertama untuk membuat mereka percaya dan segera mendengarkan kita. Baca juga " Cara Mendapatkan Beasiswa S2 Luar Negeri " . Dalam satu komentar di tulisan saya, ada permintaan mengenai contoh presentasi dalam bahasa Jepang. Kebetulan saya temukan rekaman yang saya pakai untuk latihan presentasi bukan honban tetapi rekaman saat renshuu/latihan. Saya upload di sini. Pronounciation hatsuon bahasa Jepang saya masih belum memuaskan, tetapi semoga file ini ada manfaatnya. Syukur kalau ada masukan/perbaikan. Presentasi di the 45th Annual Conference of Japanese Society for Medical and Biological Engineering, Fukuoka May 2006. Waktu yg dialokasikan untuk tiap penyaji hanya sekitar 7 menit presentasi + 1 menit tanya jawab. [Poster, MP3, Paper] Presentasi di Nagoya International Center. Waktu yg dialokasikan sekitar 30 menit. Yang saya upload di sini hanya bagian awal presentasi. [Ringkasan, MP3 bagian awal presentasi]. Tips Presentasi Tentang Anto Satriyo Nugroho My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology PTIK-BPPT Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. I obtained my doctoral degree from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at Pos ini dipublikasikan di nihongo. Tandai permalink. 100% found this document useful 2 votes6K views5 pagesOriginal TitlePRESENTASI BAHASA © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes6K views5 pagesPresentasi Bahasa JepangOriginal TitlePRESENTASI BAHASA to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Mengapa harus khawatir dengan kalimat penutup saat presentasi? Hai ini karena cara Anda menutup sebuah presentasi how to close presentation sama pentingnya dengan bagaimana Anda membuka presentasi tersebut. Jika Anda membuka presentasi dengan kalimat pembuka yang kuat dan menggebu-gebu namun menutupnya dengan biasa-biasa saja, lantas apa poin yang ingin Anda sampaikan pada audiens? Tentunya hal tersebut akan membuat presentasi Anda menjadi sia-sia belaka. Itulah mengapa how to close presentation sangatlah penting untuk diperhatikan. Berikut beberapa hal yang harus ada dalam closing sebuah presentasi, diantaranya. Call to action Sesungguhnya poin apa yang hendak disampaikan dalam sebuah presentai? Tentunya Anda ingin menyampaikan sebuah informasi yang cukup penting bukan? Akan tetapi tak hanya itu saja, tentunya Anda juga ingin audiens untuk melakukan sesuatu hal dari informasi tersebut. Untuk itulah, Anda perlu meng-closing presentasi yang disampaikan dengan Call to Action yang jelas, singkat dan padat. Sesuatu yang akan memotivasi, memberdayakan maupun menginspirasi audiens Anda. Buat sebuah impact saat memulai presentasi Anda dengan sebuah motivasi negatif, sesuatu yang mungkin mengejutkan, sesuatu yang memperlihatkan keadaan yang akan memburuk jika mereka tidak segera mengambil tindakan. Selanjutnya, akhiri dengan sebuah motivasi positif, dan tunjukkan kelebihan dari solusi yang Anda tawarkan. Agar membuat presentasi yang disampaikan semakin meyakinkan, Anda juga bisa menggunakan slide PowerPoint untuk memberikan gambaran tentang topik yang disampaikan. Hindari Q&A di Akhir Presentasi Question time sesi tanya jawab memang cukup enting dalam sebuah presentasi, namun bukan di bagian akhir atau closing. Sesi tanya jawab cenderung berjalan lama, keluar dari topik dan sangat mungkin akan membuat suasana jadi kurang mengenakan. Anda tentu tak ingin mengakhiri presentasi dengan suasana yang tidak nyaman bukan? Ketika menghindari pertanyaan di akhir presentasi atau penutupnya, ini maknanya Anda bisa mengontrol mood, apa yang ingin disampaikan kepada audiens dan juga timing yang tepat. Lontarkan Pertanyaan Retorika Mengajukan pertanyaan retorika atau provokatif ketika menutup presentasi di sisi lain bisa membuat audiens akan terus memikirkan tentang presentasi Anda hingga beberapa saat lamanya. Misalnya saja Anda sedang membicarakan masalah engineering teknik di masa mendatang pertanyaan berikut mungkin cocok untuk dilontarkan kepada audiens. “I’d like to end by asking you the future of manufacturing, will it be completely taken over by robots in the next 30 years?” Saya ingin mengakhiri presentasi ini dengan menanyakan tentang masa depan manufaktur, apakah akan seluruhnya akan diambil alih oleh robot dalam 30 tahun mendatang? Pertanyaan retorika atau provokatif bisa menguatkan pesan Anda, membangkitkan emosi, hingga memancing tindakan. Begitu audiens mendengar pertanyaan, mereka akan cenderung memikirkan jawabannya. Apalagi jika pertanyaan tersebut menyentuh area sensitif di kehidupan mereka. Akhiri dengan Cerita Singkat Storytelling merupakan alat dalam presentasi yang cukup powerful dan bisa menjadi cara terbaik untuk mengemas presentasi dengan rapi. Pendengar yang cukup emosional biasanya akan menyimpan lebih banyak informasi yang disampaikan. Cerita-certa singkat yang menguras emosi, entah itu cerita lucu, sedih, atau bahkan menggugah pikiran, bisa jadi cara yang ampuh untuk membuat audiens Anda merasa dilibatkan. Gunakan The Power of 3 Ringkasan sangat penting untuk menutup sebuah presentasi dengan topik yang berat dan penuh informasi, namun jangan sampai terasa membosanka. Gunakan kalimat yang memiliki 3 kekuatan, yakni kalimat yang singkat, jelas, padat dan yang terpenting adalah buat agar kalimat tersebut bisa meninggalkan kesan mendalam pada audiens. Berikut beberapa contoh kalimat tersebut, diantaranya. “This is not the end. It is not even the beginning of the end. But it is, perhaps, the end of the beginning.” – Winston Churchill Ini bukanlah akhir. Bukan juga awal dari sebuah akhir. Tetapi ini bisa menjadi sebuah akhir dari sebuah permulaan – Wisnton Churchill “Blood, sweat and tears” – General Patton Darah, keringat dan air mata – General Patton “I came, I saw, I conquered” – Julius Caesar Saya hadir, Saya menyaksikan, Saya menaklukan – Julius Caesar “Just Do It” – slogan dari brand Nike Lakukan saja – Slogan dari brand Nike Ulangi Kalimat yang Ada di Pembuka Presentasi Mengakhiri presentasi dengan mengulangi kalimat yang digunakan di pembukaan presentasi merupakan teknik yang cukup populer. Ini bisa jadi cara yang bagus untuk menyampaikan pesan Anda, sekaligus merangkum keseluruhan pidato serta menciptakan perasaan akrab dengan audiens. Komedian melakukan ini dengan baik saat mereka mengaitkan lelucon sebelumnya dengan yang lain. Melakukan hal ini bisa memberi sinyal kepada audiens bahwa Anda sudah hampir berada di ujung presentasi Anda. Ini seperti sebuah circle lingkaran, Anda kembali ke awal mula Anda memulai. Ada beberapa cara untuk menggunaka pendekatan ini dalam mengakhiri presentasi, diantaranya Siapkan pertanyaan di awal presentasi Anda dan gunakan sesi penutup untuk memberikan jawabannya. Selesaikan cerita yang Anda mulai, gunakan anekdot untuk menyampaikan pesan Anda. Tutup dengan judul presentasi, hal ini bisa Anda lakukan jika judul presentasi Anda merupakan judul yang provokatif dan mudah diingat. Gunakan Kalimat yang Sound Bite Kalimat Sound bite” ini bisa seperti slogan, tagline dan lain sebagainya. Intinya sebuah kalimat singkat yang gampang diingat dan mampu menarik perhatian audiens. Coba perhatikan kalimat terakhir Steve Jobs yang cukup terkenal dalam pidato wisuda yang ia bawakan di Universitas Stanford “Stay hungry, stay foolish” Tetap lapar, tetaplah bodoh. Atau kalimat dari Steven Johnson, “Chance favors the connected mind.” Peluang suka dengan pikiran yang terhubung. Coba pikirkan bagaimana Anda bisa mengemas pesan Anda menjadi sebuah pernyataan yang tajam dan mudah diingat. Apakah kalimat tersebut bisa mewakili suara asli Anda? Apakah bisa menyampaikan poin utama pesan Anda dengan jelas? Pikirkan baik-baik. Akhiri dengan Pilihan Berikan audiens Anda sebuah pilihan di akhir presentasi Anda. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mendorong audiens untuk terus memikirkan tentang topik yang Anda bicarakan di presentasi tersebut. Hal ini juga bisa dikaitkan dengan Call to action yang sebelumnya diberikan. Misalnya saja Anda bisa mengakhiri presentasi dengan kalimat seperti, “We can do this, or we can do nothing. The choice is yours.” Kita bisa melakukannya atau mungkin saja tidak. Pilihannya ada pada diri Anda sendiri Akhiri dengan Quote yang Inspirasional Jika ada pesan tertentu yang Anda ingin agar audiens ingat atau bahkan perasaan tertentu yang Anda ingin audiens rasakan setelah mendengar presentasi Anda. Maka, Anda bisa menggunakan quote inspirasional. Anda bisa mengenalkan quote yang menarik, dengan kalimat awal seperti berikut. I’d like to finish with this interesting /powerful / inspiring/wonderful/ quote from … Saya ingin mengakhiri dengan sebuah quote yang cukup menarik/powerful/inspiring/mengagumkan dari… And finally, let’s finish up today’s discussion with this surprising/useful/shocking/hopeful statistic … Akhir kata, mari akhiri diskusi hari ini dengan statistik yang mengejutkan/mengagumkan/penuh harap… Here are some example quotes that might help people be prepared to take action or to think differently. Berikut beberapa contoh quote yang mungkin akan membantu orang-orang untuk mempersiapkan diri mengambil langkah atau pemikiran berbeda Namun perlu diingat agar quote atau statistik yang digunakan sesuai dengan topik yang hendak disampaikan. Berikut beberapa quote yang inspirasional, “In the end, we will remember not the words of our enemies, but the silence of our friends.” – Martin Luther King, Jr. Akhirnya, kita tidak akan mengingat kalimat dari musuh kita tetapi dari kesenyapan sahat kita, – Martin Lther King, Jr “Sometimes we stare so long at a door that is closing that we see too late the one that is open.” – Alexander Graham Bell Terkadang kita menatap begitu lama pada pintu yang tertutup sehingga kita terlambat melihat pintu yang terbuka. – Alexander Graham Bell Gunakan Slide Presentasi Salah satu metode yang biasa digunakan saat memberikan presentasi ialah “Tell them”. Mulai dari apa yang akan Anda katakan, lalu mengatakannya, dan kemudian memberi tahu audiens apa yang Anda katakan kepada mereka. Meski kedengarannya berulang, Anda bisa menggunakannya sebagai kerangka umum untuk membuat presentasi Anda tetap singkat dan to the point. Sebab sehebat apapun presentasi yang Anda sampaikan, Anda tetap perlu mengingatkan udiens tentang apa yang Anda liput. Berikut beberapa kalimat yang bisa Anda gunakan untuk mulai menjelaskan tentang ringkasan presentasi Anda. That brings us to the end of the presentation. I’d like to summarize by saying.. Sampai di akhir presentasi. Saya ingin meringkasnya dengan mengatakan… That concludes my presentation. However, I’d like to quickly summarize the main points or takeaways. Demikian presentasi saya. Namun, saya ingin meringkas poin-poin utama atau kesimpulannya. And on that final note, that concludes my presentation. Dan di akhir catatan, itulah kesimpulan presentasi saya. To quickly recap, I’d like you to remember these key points … Singkatnya, Saya ingin mengingatkan kembali tentang beberapa poin… Selain kalimat tadi, agar lebih menyenangkan Anda dapat memanfaatkan PowerPoint untuk membuat slide terakhir yang merangkum semua poin utama Anda. Kemudian Anda dapat meninggalkan slide terakhir di layar ketika Anda melontarkan pernyataan penutup pada audiens. Akhiri dengan Antusiasme dan Ucapan Terima Kasih Wajar jika Anda akan merasa lelah ketika Anda sampai di akhir pembicaraan. Adrenalin yang awalnya berpacu di tubuh Anda sekarang sudah mulai memudar. Sangat penting bagi audiens untuk merasa bahwa Anda tetap antusias dan terbuka untuk pertanyaan. Jika Anda kurang antusias dengan presentasinya, mengapa penonton harus antusias? Cara termudah untuk mengakhiri presentasi, setelah Anda selesai menyampaikan konten ialah dengan mengucapkan terima kasih. Hal tersebut tentu bisa dipahami dengan mudah oleh audiens. Berikut beberapa kalimat terima kasih yang bisa Anda gunakan. I sincerely appreciate your attention today/this evening/this morning. Saya sangat mengapresiasi perhatian Anda sekalian siang/ sore/pagi ini And that brings us to the end. I’d like to thank you for your time and attention today.Dan akhirnya samai dipenghujung kata. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas waktu dan perhatian yang diberikan hari ini. Thank you so much for your interest and attention. Terima kasih banyak atas perhatian dan semangat Anda sekalian At this time, I’d like to have my colleague speak so I’ll finish up by saying thank you for your attention. Sekarang, Saya ingin koleg saya yang berbicara karenanya Saya ingin mengakhiri kalimat saya dengan ucapan terima kasih atas perhatian yang Anda sekalian berikan. Ini adalah cara terbaik bagi siapa pun untuk memberi isyarat kepada penonton bahwa inilah waktunya untuk bertepuk tangan dan kemudian pulang. Akhiri dengan Penutup yang Jelas dan Tepat Waktu Hal ini menjadi sebuah keharusan. Tidak ada yang jauh tidak nyaman dibanding seorang presenter yang tak tahu bagaimana caranya menutup sebuah presentasi yang dibawakan dan hanya berbicara tanpa arah yang jelas. Audiens hanya dibiarkan saja untuk berpikir, “Apa tadi itu? Apakah kita harus bertepuk tangan sekarang? “ Pastikan Anda dan audiens Anda tahu kapan presentasi sudah sampai di ujung akhir. Sebuah lambaian, ucapan terima kasih atau bahkan gerakan membungkun bisa sinyal yang jelas bahwa inilah akhir dari presentasi yang disampaikan. Perlu diingat juga bahwa waktu sangat berharga. Jika Anda ingin membuat audiens terkesan, maka akhiri tepat waktu, akan jauh lebih baik, jika Anda menyelesaikan sebelum waktu Anda habis. Demikian tadi informasi menarik tentang how to close a presentation. Semoga bisa memberikan Anda inspirasi penting dalam menutup sebuah presentasi dalam bahasa Inggris. Akan jauh lebih baik, jika Anda berlatih sesering di depan kaca sebelum memulai presentasi, agar mengurangi rasa canggung dan demam panggung. Semoga bermanfaat. Baca Juga Butuh Slide Presentasi yang sudah jadi namun tetap bisa di-edit? Dapatkan di sini Menutup Presentasi dengan baik dan efektif adalah keterampilan penting yang perlu dikuasai oleh seorang presenter. Penutupan presentasi tidak kalah pentingnya dengan pembukaan presentasi. Jika dalam pembukaan presentasi Anda bertujuan agar audiens tertarik dan mendapatkan kesan awal yang positif, maka dalam penutupan presentasi, tujuan Anda adalah agar audiens ingat dan melaksanakan pesan yang Anda sampaikan. Seperti yang saya jelaskan dalam buku Presentasi Memukau, orang cenderung mengingat lebih kuat apa-apa yang paling akhir mereka dengar atau mereka lihat. Hal ini terjadi karena informasi terakhir masih hangat di ingatan. Ini disebut dengan efek Recency. Seorang presenter yang hebat akan berpikir keras gagasan apa yang perlu dibawa pulang oleh audiens. Audiens cukup mengingat satu hal saja yang akan membantunya mengerti isi dari sebuah presentasi yang telah dibawakan. Sayangnya, banyak presenter tidak menutup presentasi mereka dengan kuat. Akibatnya audiens tidak lagi ingat pesan yang disampaikan setelah sesi presentasi berakhir. Dalam artikel berikut ini Anda akan belajar fungsi penutupan presentasi, cara menutup presentasi dengan baik dan bagaimana menyusun kalimat penutupan sebuah presentasi. Fungsi Penutupan Sebuah Presentasi Ada 3 fungsi penutupan dalam sebuah presentasi Merangkum keseluruhan materi yang Anda sampaikan Membuat audiens ingat gagasan utama presentasi Anda. Mengajak audiens mengambil sebuah tindakan. Setelah kita memahami fungsi penutupan dalam presentasi, sekarang saya akan menunjukkan beberapa contoh dan teknik menutup presentasi dengan baik. Anda bisa memilih satu dari beberapa cara berikut ini 1. Merangkum Pesan Utama Ini adalah cara menutup presentasi paling mudah dan cepat. Setiap presentasi pasti punya pesan utama. Dalam cara ini, Anda merangkum poin-poin utama dari presentasi Anda yang sudah Anda sampaikan sebelumnya. Misalnya dalam presentasi tentang Skill Utama Seorang Manajer, maka saya dapat menutup dengan cara merangkumnya sebagai berikut “Sebagai penutupan, saya ingin Anda menguasai keterampilan utama yang perlu dimiliki seorang manajer. Pertama, Komunikasi. Sebagai manajer, Anda akan dinilai dari cara Anda berkomunikasi. Pastikan Anda berkomunikasi secara runtut dan jelas sehingga orang lain paham apa yang Anda sampaikan. Kedua, Motivasi. Seorang manajer yang baik perlu menguasai teknik-teknik memotivasi tim-nya. Jka karyawan Anda termotivasi, maka akan mudah untuk menggerakkan mereka mencapai tujuan bersama. Ketiga, Delegasi. Ingat, kita bukanlah superman. Anda harus belajar mendelegasikan tugas yang tepat kepada orang yang tepat. Dengan demikian, hasil yang dicapai akan berlipat ganda. Terakhir, Membangun. Seorang manajer yang baik adalah orang yang mampu menciptakan pemimpin yang lebih baik lagi. Didik tim Anda, kenali kelebihan dan kekurangan mereka. Bantu mereka untuk maju. Jika Anda menguasai keempat skill tersebut, maka saya yakin Anda akan menjadi seorang manajer yang hebat yang mampu menggerakkan tim yang hebat pula.” 2. Menggunakan Pernyataan/Kutipan Pernyataan atau kutipan sangat baik digunakan untuk penutupan. Susun sebuah pernyataan yang pas dan sesuai dengan gagasan utama presentasi Anda. Atau Anda pun bisa mengutip kalimat dari seorang tokoh yang dikenal oleh audiens Anda. Dalam Presentasi di TEDx Jakarta dengan topik “How to Read 52 Books in a Year” saya menggunakan teknik menutup presentasi dengan pernyataan. Berikut kutipan lengkap penutupannya “Dan jika Anda seorang pembelajar dalam kehidupan maka membaca cepat akan membantu Anda mencintai kegiatan membaca, Akan membantu Anda untuk belajar banyak skill-skill baru dan akhirnya akan membawa Anda menjadi seorang pribadi yang unggul. Dengan demikian, Anda akan menjadi manusia yang akan membangun Indonesia kita di masa yang akan datang. Dengan demikian, jika suatu saat ada orang datang bertanya kepada Anda, Berapa banyak buku yang Anda baca dalam setahun? Maka sekarang Anda bisa berkata dengan bangga. Saya membaca 52 buku dalam setahun karena saya seorang pembaca cepat.” Anda bisa menyaksikan videonya di sini. 3. Menggunakan Call to Action Call to Action adalah ajakan untuk bertindak. Ingat, audiens tidak selalu mengerti apa yang Anda harapkan dari mereka. Oleh karena itu dalam call to action, Anda menyampaikan tindakan apa yang perlu diambil oleh audiens Anda. Call to Action sangat penting terutama untuk presentasi persuasif di mana Anda hendak menjual sesuatu berupa produk, jasa atau agar gagasan Anda disetujui. Misalkan Anda seorang sales mobil yang melakukan presentasi tentang mobil keluarga terbaru, maka berikut contoh penutupan presentasi menggunakan call to action “Seperti yang Anda tahu, mobil keluarga itu banyak. Namun, tidak banyak mobil yang bisa menjawab semua kebutuhan keluarga Anda. Mobil keluarga haruslah nyaman dan muat digunakan oleh seluruh anggota keluarga Anda. Mobil tersebut haruslah irit agar kantong Anda tidak jebol mengisi bahan bakar. Dan terakhir harganya haruslah pantas dalam arti sebanding antara uang yang Anda keluarkan dengan manfaat yang Anda dapatkan. Dan mobil seperti itu sekarang ada di depan Anda. Saya ajak Anda semua untuk segera mendaftar dan melakukan test drive. Jangan sampai Anda ketinggalan karena test drive hanya kami layani hari ini saja. Rasakan kehebatan dan kenyamanan mobil ini dan jadilah keluarga Indonesia yang cerdas karena telah memilih mobil keluarga yang tepat.” – Itulah tadi 3 cara menutup presentasi yang baik dan berkesan. Jika Anda menggunakan satu diantara 3 cara di atas dengan baik, maka audiens akan ingat gagasan utama Anda. Tidak hanya itu, besar kemungkinan mereka pun akan mengambil tindakan yang Anda harapkan untuk mereka lakukan. Dengan demikian, Anda pun berhasil membawakan presentasi yang efektif, memukau, sekaligus berkesan. Selamat mencoba. Jika Anda ingin belajar secara khusus tentang teknik-teknik presentasi seperti ini, silakan ikuti sesi training publik atau buat perusahaan, Anda bisa mengundang saya untuk Training In House Presentasi Memukau dengan menghubungi tim Presenta Edu di 021-29636731. Download Buku “Presentasi Memukau” Buku yang akan membantu Anda menguasai keterampilan penting dalam menyusun, mendesain dan membawakan presentasi dengan efektif dan memukau. GRATIS!

cara menutup presentasi dalam bahasa jepang